• Home »
  • Berita »
  • Ulang Tahun ke-44, Indocement Gelar Quarry Walk Susuri Area Reklamasi yang Asri

Ulang Tahun ke-44, Indocement Gelar Quarry Walk Susuri Area Reklamasi yang Asri

Indocement-44-Reklamasi-F

Pada tanggal 16 Agustus 2019 lalu, saya berkesempatan untuk mengikuti rangkaian acara ulang tahun ke-44 dari PT Indocement Tunggal Prakarsa di kawasan reklamasi Quarry D, kompleks puncak pabrik Citeureup.

PT Indocement Tunggal Prakarsa atau lebih dikenal dengan Indocement ini merupakan salah satu perusahaan semen besar di Indonesia yang terkenal dengan semen andalannya dengan merek Tiga Roda.

Sebelum menuju lokasi, saya dan rekan Blogger lainnya menunggu mobil jemputan yang disediakan oleh Indocement di daerah Yasmin, Bogor untuk menuju lokasi acara. Setelah semuanya berkumpul, kami pun langsung bergegas pada jam 6 pagi lebih 10 menit menuju lokasi kompleks pabrik Citeureup.

Pada saat mobil jemputan mendekati kompleks pabrik Indocement di Citeureup, saya pun takjub melihat kawasannya yang sangat luas. Bayangkan saja kawasan pabrik semen Indocement di Citeureup mempunyai lahan seluas 2.500 hektar, dimana 300 hektar merupakan kawasan pabrik tempat produksi.

Indocement-44-Pabrik

Hal ini menjadikan kawasan Citeureup sebagai kompleks pabrik Indocement terbesar di Indonesia. Sekilas, PT Indocement Tunggal Prakarsa sendiri mempunyai 3 kompleks pabrik yang terdiri dari kompleks pabrik Citeureup (Bogor, Jawa Barat), kompleks pabrik Palimanan (Cirebon, Jawa Barat), dan kompleks pabrik Tarjun, Kotabaru (Kalimantan Selatan).

Sebagai yang terbesar, kompleks pabrik Citeureup ini mempunyai 10 pabrik. Sementara kompleks pabrik Palimanan mempunyai 2 pabrik dan kompleks pabrik Tarjun memiliki 1 pabrik.

Perasaan kagum ini muncul karena saya belum pernah ke area pabrik yang mempunyai lahan hingga ribuan hektar. Apalagi beberapa tanah dan rumah dari warga di sekitar kawasan pabrik sudah dibeli oleh Indocement, namun perusahaan ini masih mengizinkan warga untuk tinggal di sekitarnya hingga area tersebut digunakan untuk kebutuhan pabrik.

Menariknya lagi, dekat kawasan pabrik Indocement di Citeureup ini terdapat juga stasiun Nambo yang digunakan untuk mengangkut barang dari Indocement ke berbagai daerah di Indonesia dan sebaliknya.

Selain itu, Commuter Line Jabodetabek pun sudah membuka rute untuk masyarakat umum dari stasiun Nambo hingga ke stasiun akhir Angke. Dengan hadirnya rute Commuter Line ini sangat memudahkan warga sekitar maupun karyawan Indocement dari area sekitar Pabrik Citeureup menuju Jakarta dan sebaliknya.

Akhirnya tepat jam 7 pagi, saya bersama rekan Blogger lainnya pun sampai di area Quarry D, kompleks pabrik Indocement di Citeureup. Sementara itu, acara ini juga dihadiri oleh karyawan dari PT Indocement Tunggal Prakarsa.

Para karyawan melakukan registrasi berdasarkan Plant atau Divisi sekaligus mendapatkan T-Shirt dan Snack untuk pagi hari. Sementara saya dan rekan Blogger mendapatkan T-Shirt dan Snack juga di tempat acara.

Indocement-44-Aerobik

Untuk membuat para peserta acara perayaan HUT (Hari Ulang Tahun) Ke-44 menjadi lebih segar, pihak panitia pun langsung mengajak pemanasan melalui senam dan Flash Mob selama lebih dari 10 menit.

Setelah acara senam selesai, kita pun menyaksikan acara penanaman pohon dari petinggi Indocement sebagai simbol dari reklamasi yang dilakukan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa di kawasan pasca tambang, pabrik Citeureup.

Indocement-44-Tanam Pohon

Menariknya lagi, panitia juga pun menghadirkan anggota Pecinta Alam yang merupakan gabungan karyawan Indocement untuk menampilkan spanduk bertuliskan Hari Ulang Tahun ke-44 Indocement “Bergerak Berkarya Bersama” dari atas bukit di area sekitar tempat acara diselenggarakan.

Selanjutnya, panitia membagi peserta ke dalam 4 grup yang akan berjalan mengikuti kegiatan utama dengan nama Quarry Walk. Bisa dibilang Quarry Walk ini merupakan kegiatan unik karena Indocement mengajak peserta yang hadir untuk menyusuri area tambang Quarry D, Pabrik Citeureup yang menjadi arena untuk perayaan Hari Ulang Tahun ke-44.

Indocement-44-Banner

Quarry sendiri merupakan sistem tambang terbuka yang diterapkan untuk menambang endapan – endapan bahan galian industri atau mineral industri. Dengan kata lain, Quarry Walk ini merupakan kegiatan yang dilakukan peserta dengan mengelilingi area tambang dari Indocement.

Reklamasi Tambang Quarry D, Pabrik Citeureup Indocement

Indocement-44-PohonJati

Rute Quarry Walk yang dipilih oleh panitia merupakan rute dari kawasan reklamasi pasca tambang dari Indocement telah dijalankan. Bagi kamu yang belum mengetahui reklamasi tambang, maka saya akan secara singkat menjelaskannya.

Sekilas, reklamasi tambang merupakan kegiatan, aktivitas, atau usah dalam memulihkan serta memperbaiki lahan setelah aktivitas pertambangan selesai dilaksanakan, sehingga lahan bekas tambang tersebut dapat berfungsi dan berdaya guna kembali.

Indocement-44-KebunTegalPanjang

Reklamasi yang dilakukan oleh Indocement dengan penanaman pohon dan pemanfaatan lahan untuk Kebun Tegal Panjang. Sementara itu, jenis pohon yang ditanam di area reklamasi Quarry D ini terdiri dari :

  • Pohon Jati
  • Pohon Mahoni
  • Pohon Jinjing
  • Pohon Dadap
  • Pohon Ketapang
  • Pohon Bintaro
  • Pohon Daun Kupu-Kupu
  • Pohon Pucu Merah
  • Pohon Kembang Sepatu
  • Pohon Glodokan Lokal (Polyantha Longifolia)
  • Pohon Beringin
  • Pohon Tanjung ( Mimosops Elengi)
  • Pohon Flamboyan (Delonik Regia)
  • Pohon Mangga (Mangifera Indica)
  • Pohon Johar
  • Pohon Cempaka Manglit (Michelia Campaka)
  • Pohon Trembesi (Samanea Saman)
  • Pohon Kembang Kecrutan (Spatodhea Campanuliata)
  • Pohon Salam (Eugenia Polyantha)

Banyaknya pohon yang ditanam ini membuat areanya menjadi asri dan indah. Sepanjang jalan kawasan reklamasi Quarry D yang saya, rekan blogger, dan karyawan Indocement yang susuri terdapat pohon-pohon, terutama pohon jati sehingga kawasan pasca tambang ini menjadi lebih menyegarkan dan tampak hijau.

Selanjutnya, kami pun sampai pada Kebun Tegal Panjang yang terletak di Kawasan Quarry D. Dengan luas yang mencapai 12 hektar ini, saya melihat beragam tanaman vegetasi berbatang keras dan lunak.

Indocement-44-KebunTegalPanjang2

Selain membuat kebun ini terlihat sejuk, tanaman-tanaman yang dibudidayakan memiliki manfaat untuk banyak orang. Salah satu budidaya yang sudah bernilai ekonomi adalah budidaya pohon Cinta, dimana dibeli oleh pengusaha bunga papan/hias di Rawa Belong.

Indocement juga berusaha memperkenalkan nilai keekonomian dari tanaman berbatang lunak, seperti pohon Cinta, Andong, maupun Monstera. Kebun Tegal Panjang juga dimanfaatkan sebagai laboratorium Pertanian atau Perkebunan.

Selain itu, Kebun Tegal Panjang menjadi lahan yang dimanfaatkan Indocement untuk saran edukasi pertanian untuk warga. Pihak Indocement mengatakan bahwa kebun ini dikelola oleh 10 orang petani yang terdiri dari 2 orang tenaga pengawas dan 8 orang petani kebun yang berasal dari desa mitra Indocement.

Indocement-44-Peserta

Omset per bulan Petani Kebun Tegal Panjang mencapai Rp 800 ribu hingga Rp 2 juta per bulan tergantung hasil panen dari tanaman Cinta dan hortikultur tanaman lainnya. Jenis tanaman yang ditanam berada di sela tanaman pokok (tanaman energi dan tanaman kayu).

Mata Air Cikukulu

Indocement-44-Sawah

Menelusuri kawasan reklamasi Quarry D lebih dalam, saya pun menemukan mata air Cikukulu yang terletak di Desa Lulut, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Menurut pemandu, lahan area konservasi mata air Cikukulu ini mencapai 5 hektar.

Menariknya, mata air Cikukulu telah memenuhi persyaratan kualitas air bersih sesuai dengan Permenkes No.416/MEN.KES/PER/IX/1990 mengenai standar kualitas air. Indocement membuka akses untuk masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Sebanyak 350 KK (Kepala Keluarga) memanfaatkan air dari mata air Cikukulu. Selain itu, pihak Indocement juga melakukan pipanisasi air untuk warga Desa Leuwikaret dan Desa Lulut.

Mata air ini tidak kering selama musim kemarau sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di berbagai musim. Dalam melindungi mata air dan menjaga kualitasnya, Indocement juga menetapkan zona larangan tambang serta melakukan penghijauan di sekitar mata air.

Indocement-44-Air

Ketinggian rata-rata muka mata air Cikukulu mencapai 31,25 cm, dimana ketinggian muka mata air Cikukulu mencapai 31,25 cm pada musim kemarau dan 40 cm pada musim penghujan. Indocement sendiri melakukan pemantauan ketinggian muka mata air setiap 2 minggu sejak tahun 2007.

Bahkan Indocement melakukan uji kualitas air setiap enam bulan. Dengan kata lain, Indocement peduli dengan lingkungan dan masyarakat sekitar dengan memberikan air yang bersih melalui pemanfaatan mata air Cikukulu. Keberadaan mata air Cikukulu yang lestari dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar menjadi contoh nyata pelaksanaan “Industri Hijau” dari Indocement.

Kawasan reklamasi Quarry D, pelestarian serta pemanfaatan mata air Cikukulu, dan keberdaan kebun Tegal Panjang menjadi bukti bahwa Kompleks pabrik Citeureup dari Indocement merupakan kompleks pabrik yang memegang Standar Industri Hijau (SIH) dari Kementerian Industri Republik Indonesia.

Indocement-44-HUT

Saya, rekan Blogger, dan karyawan Indocement yang baru mengunjungi kawasan reklamasi Quarry D, Pabrik Citeureup merasa takjub karena di area yang luas ini terdapat pepohonan asri, kebun Tegal Panjang yang penuh tanaman, mata air yang bersih, sawah, dan kerbau di area tambang milik Indocement ini.

Acara Puncak

Indocement-44-Eksavator

Setelah melewati mata air Cikukulu, saya pun menemukan eksavator dan truk pengangkut tambang yang besar. Tak lupa, saya bersama rekan blogger dan karyawan Indocement berfoto di depannya.

Saya pun berfoto sendiri di depan eksavator karena ini merupakan momen langka dan menyenangkan dalam mengunjungi area reklamasi pasca tambang Quarry D, Pabrik Citeureup milik Indocement yang luas sekali.

Sebagai tambahan, lahan reklamasi di Quarry D ini mencapai 67 hektar dengan terbagi menjadi 65 post. Pohon-pohon yang ditanam kembali di lahan reklamasi ini sudah mencapai kurang lebih 10.000 batang. Hal ini memperlihatkan bahwa reklamasi pasca tambang benar-benar dijalankan oleh Indocement.

Indocement-44-MobilTambang

Setelah berfoto-foto seru dengan eksavator dan truk pengangkut tambang, saya bersama rekan blogger dan karyawan Indocement pun berjalan hingga mencapai garis finish di kebun pembibitan Quarry D.

Dekat dengan palang kebun pembibitan, terdapat booth menarik yang dihiasi latar kayu, kotak kayu, daun hijau, bunga, dan balon-balon yang membentuk tulisan HUT ITP 44. Tentu saja booth ini menjadi spot terbaik untuk berfoto bersama rekan blogger maupun karyawan Indocement lainnya.

Indocement-44-BoothFoto

Pada area kebun pembibitan juga sudah disediakan panggung yang besar dan kursi yang banyak untuk perayaan puncak dari Hari Ulang Tahun ke-44 Indocement. Perwakilan peserta dari setiap grup langsung diberikan hadiah snack sekantong besar yang harus dibagikan dan dihabiskan oleh anggota dari setiap grup.

Selanjutnya, panitia pun langsung memberikan hiburan Reog Dharmo Menggolo yang langsung mencairkan suasana acara menjadi lebih meriah. Para dewan direksi pun ikut duduk di atas Reog untuk menghibur peserta Quarry Walk.

Setelah hiburan dari Reog selesai, panitia pun memberikan hadiah lomba yang telah diselenggarakan pada tanggal 4 Agustus 2019 silam. Perwakilan peserta langsung naik ke atas panggung dan menerima papan simbolis hadiah dari panitia.

Indocement-44-Reog

Sebelum acara Quarry Walk ini, Indocement sendiri sudah menyelenggarakan acara pesta ulang tahun keluarga Indocement pada tanggal 4 Agustus 2019 di lapangan Sport Hall – Citeureup yang berisikan Fun Games antara Plant/Divisi, Mystery Guest Star & Band Performance, Bazaar (Food & Drink), dan Flash Mob.

Sebagai tambahan, Indocement juga sudah mengadakan acara Bike to Nature pada tanggal 4 Agustus 2019 di Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Bike to Nature ini meruapakan suatu kegiatan melintasi indahnya alam di area tambang yang melibatkan karyawan Indocement dan ratusa bikers dari berbagai komunitas bersepeda di wilayah Kalimantan Selatan hingga Sulawesi Selatan.

Banyaknya acara yang diselenggarakan pada 4 Agustus 2019 silam karena tanggal tersebut bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-44 Indocement. Sementara itu, acara puncak perayaannya jatuh pada tanggal 16 Agustus 2019 dengan Quarry Walk yang merupakan kegiatan unik.

Setelah pemberian hadiah selesai, Christian Kartawijaya selaku Direktur Utama Indocement pun melakukan sambutan di hadapan para peserta dan karyawan Indocement. Christian Kartawijaya mengatakan bahwa “Hari ini kami merayakan Hari Ulang Tahun Indocement yang ke-44. Lebih dari empat dekade telah kami lalui bersama, jatuh bangunnya Indocement telah mewarnai perjalanan panjang yang dirasakan bersama.”

Christian Kartawijaya juga mengatakan bahwa “Kita patut bersyukur bahwa perjalanan Indocement selama 44 tahun ini telah mendatangkan kontribusi positif bagi banyak pihak seperti karyawan Indocement, masyarakat di sekitar operasional pabrik, daerah dimana pabrik dan terminal Indocement berdiri serta bangsa Indonesia.”

“Indocement berhasil tumbuh menjadi salah satu perusahaan besar di Indonesia. Indocement merupakan pelopor di bidang industri semen yang menerapkan teknologi terkini, menghasilkan produk semen bermutu tinggi, kokoh dan ramah lingkungan.” Tambah Christian.

Christian menambahkan bahwa “Perjalanan panjang di usia ke-44 ini, Indocement terus melakukan berbagai upaya dalam mengendalikan risiko lingkungan melalui sejumlah kegiatan, seperti pengurangan emisi, efisiensi energi, pendayagunaan limbah, perlindungan keanekaragaman hayati dan pemanfaatan air bekas pakai.”

“Dengan mengusung tagline Bergerak Berkarya Bersama, Indocement tidak akan bisa mencapai hasil yang diinginkan seperti sekarang ini apabila tidak digerakkan bersama-sama oleh Direksi, Manajemen dan seluruh karyawannya sebagai sebuah keluarga besar, dan tentunya juga dukungan dari masyarakat yang tumbuh bersama kami serta semua pemangku kepentingan lndocement”. Imbuh Christian.

Indocement-44-Doa-Awal

Setelah selesai menyampaikan sambutannya, dewan direksi melakukan doa bersama untuk keberkahan dan kesuksesan Indocement di usianya yang telah mencapai 44 tahun di Indonesia.

Kemudian, Christian Kartawijaya memotong tumpeng sebagai simbolis perayaan puncak dari Hari Ulang Tahun ke-44 Indocement. Selanjutnya, tumpeng yang dipotong pun diberikan kepada dewan direksi lainnya. Terakhir, acara ditutup dengan memotret para dewan direksi di atas panggung.

Setelah acara ditutup, saya bersama rekan blogger pun menuju mobil jemputan dari Indocement dan langsung diantar menuju kota Bogor. Meskipun acaranya berlangsung dalam beberapa jam dengan menyusuri jarak hingga 5km, namun perayaan Hari Ulang Tahun ke-44 Indocement ini memberikan kesan yang mendalam dan tak terlupakan bagi saya.

Indocement-44-Potong-Tumpeng

Sepanjang saya mengikuti Quarry Walk ini, saya melihat keceriaan dari rekan blogger dan karyawan Indocement selama acara berlangsung. Bahkan karyawan yang kerja di kantor Jakarta pun merasa takjub dengan area reklamasi di Quarry D, pabrik Citeureup dari Indocement karena sangat luas dan hijau.

Dengan diselenggarakannya acara Quarry Walk ini, Indocement memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat langsung area reklamasi pasca tambang. Sementara itu, meningkatkan kesadaran agar selalu memelihara dan mencintai keanekaragam hayati.

Indocement-44-DekatFinish

Indocement juga ingni memberikan edukasi kepada pesertanya mengenai reklamasi pasca tambang. Selain itu, pesertannya diharapkan mendapatkan gambaran umum mengenai program Sustainable Development Program Indocement.

About Adhitya Wibawa Putra

Seorang pengguna smartphone Huawei P9 Leica yang senang dengan dunia gadget dan kuliner